Популярное

Bedah Total Argumentasi DUNGU Christian Prince Dkk


330 Просмотры

Издатель
Rekan semuanya, begitu banyak dari kita dibuat heboh, oleh penampilan tokoh misterius bernama Christian Prince. Disebut misterius, karena beliau tidak pernah memperlihatkan wajah beliau. Seolah Indonesia ini, bahkan Dunia ini, terbelah menjadi 2 kubu, yg saling bertolak belakang 180 derajat. Kenapa bisa terjadi penilaian yg begitu berbeda secara drastis? Itu karena, ke2 belah pihak menilai tayangan Christian Prince, secara amat sangat emosional, alias, faktor rasio akal sehat, dikesampingkan secara amat sangat drastis. Itulah yg terjadi rekan semuanya, oleh karena itu, di tayangan ini, perkenankan kami membedah tayangan Christian Prince tsb, dengan penalaran yg paling murni, tanpa memihak ke manapun.

Perlu kami jelaskan, meski kami hanya menyebut nama Christian Prince, namun sesungguhnya, nama tsb juga mewakili para Orientalis lain, yg Argumentasinya mirip atau bahkan sama, dengan Argumentasi Christian Prince tsb. Misalnya seperti yg lebih populer lebih duluan, yakni David Wood dan kawan2.

Kami berharap, tayangan kami ini tidak membuat marah siapapun juga, dari kubu manapun juga. Karena yg kami paparkan ini, sesungguhnya tidak lebih hanyalah Realita dan Fakta semata. Jadi, bila rekan merasa paparan kami ini salah, silahkan sebutkan saja menit detik keberapa kesalahannya tersebut, siapa tahu kami bisa memperbaikinya.

Agar memudahkan, tayangan ini kami bagi dalam 2 bagian. Bagian pertama, kami akan suguhkan bukti, betapa dungunya Argumentasi Para Orientalis, yg namanya kami wakili dengan Christian Prince tsb. Bagian kedua, kami akan coba jelaskan, kenapa mereka bisa sampai membuat Argumentasi Dungu nan Konyol tsb. Oke, untuk menyingkat waktu, kami mulai saja. BeshemYah.

Rekan semuanya, bila kita menyimak Argumentasi Orientalis Barat, maka kita akan tertawa geli saking konyolnya. Betapa tidak, yg mereka ungkapkan itu sepenuhnya bertentangan dengan Athropology, Science dan segala Hal Ilmiah Lainnya.

Misalnya argumentasi mereka yg katakan, bahwa Nabi Muhammad itu, tewas di racun oleh wanita tua Yahudi yg dendam, karena seluruh keluarganya dibantai oleh Nabi Muhammad. Ini jelas konyol. Jangan salah ya rekan2. Kami tentu tidak mengingkari terjadinya peristiwa pembantaian tsb, sebab pembantaian tsb tercatat oleh beberapa Hadish Shahih. Yg kami heran itu adalah, kenapa para Orientalis tsb percaya, ada racun yg bisa punya daya mematikan, setelah berselang 2 tahun lebih dari terjadinya peracunan. Bukankah Nabi Muhammad telah memuntahkan racun tsb, dan terbukti pula, beliau sehat walafiat, hingga lebih dari 2 tahun setelah peristiwa tsb. Argumentasi tsb, jelas bertentangan dengan Ilmu Kedokteran. Silahkan rekan sodorkan jurnal Ilmiah Kedokteran untuk membuktikan, bahwa paparan kami ini salah.

Argumentasi konyol lainnya mengatakan, bahwa Nabi Muhammad itu adalah Anak Haram. Ini jelas tidak masuk diakal sama sekali, karena bertentangan dengan Anthropology. Berdasarkan Ilmu Anthropology tsb kita tahu, bahwa mustahil Nabi Muhammad dan Ibunya bisa tetap hidup, bila diketahui, bahwa yg dilahirkan itu, bukan merupakan benih dari Abdullah, yakni Ayah sah Nabi Muhammad. Bahkan, sesungguhnya tidak perlu menunggu hingga proses kelahirannya bayi Muhammad, 9 bulan setelah wafatnya sang suami, kemudian sang Istri baru hamil, maka mutlak bisa dipastikan, bahwa kehamilan tsb, pasti bukan berasal dari sang Almarhum Suami. Realita dan Fakta bahwa Nabi Muhammad dan Ibunya masih hidup, bahkan dirawat oleh keluarga besarnya memberi bukti tidak terbantahkan, bahwa Nabi Muhammad itu mustahil anak haram.

Berikutnya adalah Argumentasi yg katakan, bahwa Nabi Muhammad pernah berhubungan Sex dengan binatang. Kami ikuti betapa serunya perdebatan Christian Prince dengan Osama Abdullah. Meski, seolah olah Christian Prince menang dalam perdebatan tsb, namun sesungguhnya, Argumentasi Christian Prince itu amat sangat tidak masuk akal, karena bertentangan dengan Sexology. Tak hanya bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan, namun lebih tragisnya lagi, bertentangan pula dengan pemaparan sebelumnya, dari Christian Prince dan Para Orientalist lainnya.
Категория
Семейные
Комментариев нет.